PELANGI DI MATA ELANG *1

“ Damar !!!!” Nayla berteriak sambil menangis histeris di depan kamar jenazah RS.Sejahtera. Dia tidak menyangka kekasih tercintanya akan secepat itu meninggalkan dirinya, dengan cara se-tragis itu pula.
“ Yang tabah ya, Nay. Kamu harus terima ini semua. Kamu harus terima kalo Damar memang udah nggak ada, dia udah di panggil Sang Pencipta.” Tiara, Sahabat Nayla, menenangkan Nayla.
“ Tapi Damar udah janji nggak akan pernah ninggalin aku, Ti. Dia janji akan selalu ada di samping aku, selalu jagain aku!” Protes Nayla.
“ Tapi itu nggak berlaku ketika takdir udah berbicara, Nayla.” Tiara mencoba membuka mata Nayla akan takdir yang sudah terjadi. Di sudut yang lain, terdengar suara Mama Damar yang juga sedang menangis dan berteriak histeris, terpukul dengan kepergian Putra semata wayangnya itu.
“ Pokoknya mama nggak terima Damar di renggut nyawanya begitu saja. Pokoknya supir truk yang menabrak Damar harus di hukum seberat-beratnya, Pa!” Teriak Mama Damar. Papa Damar hanya mengangguk-angguk saja menenangkan istrinya.

Damar tewas karena kecelakaan tadi siang, sepulang sekolah. Peristiwa itu terjadi saat Damar sedang dalam perjalanan pulang. Damar yang waktu itu sedang mengecek ban sepeda motornya yang sepertinya bocor langsung di tabrak begitu saja oleh sebuah Truk yang sedang melaju kencang. Alhasil Damar pun terpental bersama motornya. Kepalanya yang pada saat itu sedang tidak dilindungi oleh helm, pecah karena terbentur oleh kerasnya aspal. Dia pun meninggal seketika itu juga di tempat kejadian.
*****

Sudah sebulan lebih Damar meninggal. Nayla pun sudah lebih bisa menerima kepergian Damar walaupun tetap saja terasa menyedihkan karena harus ditinggalkan oleh seseorang yang selama Dua tahun ini selalu ada untuknya, menjaganya, dan mengisi hari-harinya. Namun Nayla tetap harus melanjutkan hidupnya, tanpa Damar.
Tiba-tiba handphone Nayla berbunyi. Ada telepon dari Tiara.

“ Hallo Nay, udah berangkat belom? Ayo buruan, ntar telat kita ke ultahnya Nessa.” Ujar Tiara seketika saat Nayla mengangkat teleponnya.
“ Iyaiya, ini mau berangkat. 15 menit lagi nyampe deh di rumahmu.” Nayla lantas mematikan telepon itu dan segera menuju kerumah Tiara.

Baru setengah perjalanan, Nayla harus berhenti karena di depan sana ada sebuah pohon yang ambruk. Pohon itu melintang dari sisi kanan jalan ke sisi kiri jalan, alhasil para pengguna jalan yang akan lewat pun harus menunggu sampai pohon itu di potong dan disingkirkan dari badan jalan, kecuali jika mereka mau untuk berbalik arah dan mencari jalan lain. Namun Nayla lebih memilih untuk menunggu daripada harus berbalik arah dan mencari jalan lain karena kebetulan posisinya pun sudah sulit untuk berbalik arah, di belakangnya sudah banyak kendaraan lain.

Setelah menunggu sekitar 15menit, akhirnya selesai juga pohon ambruk itu di potong dan disingkirkan. Nayla bersiap untuk jalan. Tiba-tiba ada motor yang maju ke depan, ke sebelah Nayla, mendesak motor Nayla. Sampai dia hampir jatuh.
“ Eh, yang bener dong, nggak usah ndesak-ndesak. Sabar dikit napa sih?” Tegur Nayla pada cowok pengendara motor Vixion merah itu. Cowok itu lalu membuka kaca helm INK orangenya dan menatap Nayla, tatapannya tajaam sekali, seperti tatapan elang.
“ Lagi buru-buru.” Ujar cowok itu singkat, kemudian dia langsung menjalankan motornya kencang.
“ Yee dasar, cowok gila. Mata elang gila!” Gerutu Nayla menamai cowok tadi ‘mata elang’.  Karena sadar dia udah telat banget, Nayla pun segera melaju ke rumah Tiara.
*****

“ Ma, Pa, Nayla berangkat dulu ya. Asalamualaikum.” Pamit Nayla. Dia pun langsung menuju ke garasi, mengambil motor Scoopy Putih-nya.
Di jalan depan perumahannya, dia melihat di depannya ada seorang cowok menaiki motor Vixion merah dan memakai helm INK orange, sepertinya dia tidak asing dengan cowok itu. Iya, itu cowok mata elang! cowok ngeselin tempo hari itu! Naluri iseng dan balas dendam Nayla pun muncul.

Nayla memacu laju motornya lebih cepat, dia menyalipi cowok mata elang itu, kemudian dia menghadap ke belakang dan menjulurkan lidah ke arah cowok itu. Cowok mata elang kelihatan geram melihat tingkah Nayla, akhirnya dia pun membalas tingkah Nayla itu. Dia mempercepat laju motornya. Sampai di sebelah Nayla, laju motornya ia lambatkan lalu dia membuka kaca helmnya dan melirik Nayla dengan muka sok cool dan tatapan tajamnya itu, setelah itu dia kembali memacu laju motornya dengan cepat, meninggalkan Nayla yang pada akhirnya juga geram itu. Nayla tidak terima. Dia ingin membalasnya lagi. Dia kembali memacu laju motornya dengan cepat, menyalipi si mata elang lagi, menghadap ke belakang dan menjulurkan lidahnya lagi ke arah Si Mata Elang. Namun kali ini Nayla tidak beruntung, di depannya sana ternyata ada sebuah batu yang cukup besar. Nayla tidak melihatnya, dia menabrak batu itu dan akhirnya dia pun terjatuh dari motornya.

“ Aaaww…” rintih Nayla sambil memegangi lututnya yang terluka.
“ Kamu nggakpapa?” tanya cowok mata elang itu. Ternyata dia berhenti ketika melihat Nayla terjatuh.
“ Ngapain kamu?” bentak Nayla pada si mata elang.
“ Mau di tolongin nggak? Kalau nggak mau yaudah.” Ujar cowok itu ketus sambil bersiap akan pergi.
“ Eh iyaiya mau.” Jawab Nayla terpaksa. Si cowok mata elang pun membantu Nayla. Dia mengelap darah di lutut Nayla dengan jaket putihnya. Lalu dia membalut luka Nayla dengan kain seadanya. Entah Nayla juga tidak tau kain apa itu, mungkin sejenis saputangan. Nayla merasakan sisi baik dari cowok bermata elang ini. Dan entah mengapa, dia seperti merasakan sesuatu saat berada di depan cowok itu.

“ Udah tu.” Kata cowok mata elang itu.
“ Oh iya. Makasih ya. Kamu baek juga ternyata.” Kata Nayla memuji. Si mata elang hanya tersenyum, sebentar! hanya 2 detik! Grrrrr !!
“ Nama kamu siapa?” tanya Nayla ramah.
“ Erlangga.” Jawabnya singkat seraya berdiri, naik ke motornya dan pulang. Pulang tanpa pamit ke Nayla.
“ Hih, sok cool banget sih tu orang.” Gerutu Nayla sambil mencoba berdiri.
“ Astaghfirullah.” Nayla tersentak kaget. Benar-benar kaget. Seluruh tubuhnya serasa membeku. Nayla terpaku.

“ BAU PARFUM DAMAR!!!”


---to be continued ..
Please waiting for PELANGI DI MATA ELANG Part 2 :)

Pengikut